Menu

Dark Mode
Lima Terduga Pelaku Pencurian Baterai Tower di Jembrana Dibekuk, Satu Masih Diburu Polres Jembrana Ungkap 7 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan dan Sabu 119 Gram Disita Bupati Jembrana Apresiasi Bakat Seniman Cilik di Lomba Gong Kebyar 2026 Pastikan Personel Bersih dari Judi Online dan Pinjaman Online, Propam Polres Jembrana Adakan Sidak Polres Jembrana Sita Ribuan Rogal di Gilimanuk, Pemilik Diamankan GBH Guncang Kelurahan Loloan Barat dengan Semangat Kemerdekaan

Berita

Di Jembrana Bayar Listrik dan Pajak Pakai Sampah

badge-check


					Keterangan : Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat menghadiri banjar smart hub. Sampah jadi mata uang di Desa Warnasari, Jembrana. Jumat (29/5/26). 
Sumber : Hum Jbr/JPost Perbesar

Keterangan : Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat menghadiri banjar smart hub. Sampah jadi mata uang di Desa Warnasari, Jembrana. Jumat (29/5/26). Sumber : Hum Jbr/JPost

Jembrana (JPost) – Sampah rumah tangga yang selama ini jadi momok di desa, kini disulap jadi “mata uang” di Banjar Warnasari Kelod, Desa Warnasari, Melaya. Lewat inovasi Banjar Smart Hub, warga yang rajin memilah sampah dari rumah bisa langsung pakai nilainya buat bayar pajak, listrik, air, sampai nabung emas.

Peluncuran aplikasi layanan publik digital ini diresmikan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Jumat 29/5 di Balai Banjar Warnasari Kelod. Bupati menyebut inilah bukti nyata perubahan dimulai dari banjar, oleh masyarakat, untuk masyarakat.

Selama ini akses layanan administrasi jadi kendala warga Warnasari Kelod. Mayoritas berprofesi buruh, tukang, dan petani, harus ke kota kalau mau urus surat atau bayar tagihan. Jauh, makan biaya, makan waktu.

Kelian Banjar I Kadek Sri Rama Usmantara melihat 2 masalah ini harus diputus sekaligus seperti birokrasi ribet plus sampah menumpuk. “Permasalahan sampah di banjar kami cukup tinggi. Walaupun di pedesaan, sampah sudah menimbulkan keresahan,” ujarnya.

Jawabannya: Banjar Smart Hub. Satu aplikasi di HP yang gabungkan layanan kependudukan, transaksi keuangan, dan sistem pengelolaan sampah.

Kuncinya ada di sistem insentif & disinsentif, Warga yang bawa sampah pilahan ke banjar dapat poin. Poin bisa dipakai bayar listrik, PDAM, Samsat, tagihan lain, tabungan emas, tabungan hari tua, sampai daftar BPJS Ketenagakerjaan. Warga yang males milah sampah dari rumah kena iuran residu.

“Semuanya dirancang biar warga sadar lingkungan sekaligus dapat nilai ekonomi dari sampah. Ini bukan sekadar aplikasi, tapi solusi nyata,” tegas Usmantara.

Bupati Kembang mengapresiasi langkah ini dan ingin Banjar Smart Hub jadi contoh seluruh banjar di Jembrana. “Yang tadinya sampah jadi masalah, di sini sampah jadi berkah. Ayo kita tiru apa yang ada di Warnasari Kelod,” serunya.

Dengan model ini, Banjar Warnasari Kelod membuktikan digitalisasi layanan dan kesadaran kelola sampah bisa jalan bareng. Masalah lingkungan berkurang, dompet warga terbantu. (Yus)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lagi

Lima Terduga Pelaku Pencurian Baterai Tower di Jembrana Dibekuk, Satu Masih Diburu

19 September 2026 - 07:42 WITA

Polres Jembrana Ungkap 7 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan dan Sabu 119 Gram Disita

19 September 2026 - 07:32 WITA

Bupati Jembrana Apresiasi Bakat Seniman Cilik di Lomba Gong Kebyar 2026

20 August 2026 - 08:09 WITA

Pastikan Personel Bersih dari Judi Online dan Pinjaman Online, Propam Polres Jembrana Adakan Sidak

20 August 2026 - 04:30 WITA

Polres Jembrana Sita Ribuan Rogal di Gilimanuk, Pemilik Diamankan

19 August 2026 - 11:32 WITA

BERITA DI MINATI Berita