KABAR TUJUH | Indramayu – Angin puting beliung menerjang Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (16/3/2025) sore. Akibat bencana ini, puluhan rumah mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat, serta sejumlah fasilitas umum terdampak.

Pusaran angin berkecepatan tinggi muncul saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tiupan angin kencang merobohkan pepohonan, tiang listrik, serta papan nama puskesmas. Bahkan, fenomena ekstrem terjadi ketika angin melintasi pintu air irigasi, mengangkat permukaan air sungai hingga ke udara.
“Ngeri banget, angin puting beliung sampai menarik permukaan air sungai hingga ke atas. Suaranya juga mengerikan, bergemuruh, dan saking kencangnya banyak rumah yang roboh,” ujar Ipah, warga setempat.
Kuwu (Kepala Desa) Bugis, Johan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan, berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 50 rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, dan berat.
“Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka. Kami masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta BPBD untuk langkah penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Untuk mengatasi dampak bencana, aparat desa bersama warga, petugas kecamatan, dan BPBD segera melakukan evakuasi serta pembersihan. Pohon tumbang yang menutup akses jalan mulai disingkirkan, sementara petugas menyisir lokasi terdampak guna memastikan kondisi warga dan infrastruktur.
“Kami masih melakukan pembersihan akses jalan yang tertutup material reruntuhan, baik dari pohon maupun bangunan yang rusak akibat puting beliung,” tambah Johan.
Hingga saat ini, tim gabungan terus melakukan asesmen untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan bantuan bagi warga terdampak. Pemerintah daerah juga diharapkan segera menyalurkan bantuan darurat guna meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal.
Bencana angin puting beliung kerap terjadi di wilayah Indramayu, terutama saat musim hujan. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu kejadian serupa.
(D Duryanto)









