Jembrana (JPost) — Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur utama Denpasar–Gilimanuk. Seorang pekerja pabrik tewas di tempat usai sepeda motor yang dikendarainya hilang kendali dan menabrak tiang telepon di Banjar Sebual, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Bali, pada Kamis pagi, 2 Oktober 2026.
Korban teridentifikasi sebagai Nuril Ramadani, 21 tahun asal Desa Kedungsari, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur. Nuril merupakan karyawan di pabrik Mitra Prodin yang berlokasi di Desa Penyaringan, Mendoyo.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh rekan kerja korban, Fitri. “Iya, itu teman kerja saya di Mitra Prodin,” kata Fitri saat dihubungi pada Kamis sore.
Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP I Wayan Sugianta, menjelaskan bahwa insiden bermula saat Nuril mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DK-6463-GBK dari arah barat (Gilimanuk) menuju timur (Denpasar). Korban saat itu tengah dalam perjalanan menuju tempatnya bekerja sekitar pukul 05.30 WITA.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, motor yang dikemudikan korban mendadak hilang kendali. “Pengendara diduga tidak mampu menguasai laju kendaraannya.
Motor bergerak liar ke arah kiri keluar dari badan jalan hingga menghantam tiang telepon di bahu jalan,” ujar Sugianta.
Benturan keras tersebut menyebabkan korban mengalami luka robek berat di bagian kepala dan meninggal seketika di lokasi kejadian. Selain menelan korban jiwa, kecelakaan tunggal ini membuat bagian depan sepeda motor hancur parah, termasuk kaca pecah dan shockbreaker depan bengkok.
Saat ini kasus kecelakaan tersebut ditangani oleh Satlantas Polres Jembrana. Kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk selalu menjaga konsentrasi dan mengontrol kecepatan kendaraan, khususnya saat berkendara pada jam-jam rawan pagi hari. (IJN/yus)







