Jembrana (Jpost) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan prima dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Terbaru, pihak Rutan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jembrana menggelar jemput bola perekaman data biometrik bagi warga binaan pada Senin, 27 April 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di area Pelayanan Tahanan ini menyasar para warga binaan yang belum memiliki KTP elektronik atau yang data kependudukannya belum terintegrasi secara nasional. Dalam pelaksanaan tersebut, petugas Disdukcapil Jembrana berhasil melakukan perekaman terhadap empat orang WBP menggunakan peralatan mobile.
Proses yang meliputi pengambilan foto, sidik jari, hingga pemindaian retina mata tersebut dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Upaya Memenuhi Hak Konstitusional
Kepala Rutan Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk menjamin hak-hak sipil warga binaan tetap terpenuhi meski mereka sedang menjalani masa pidana.
“Kami berupaya agar seluruh warga binaan memiliki identitas yang sah dan terdata secara resmi,” ujar Mahendra dalam keterangannya.
Menurut Mahendra, validitas Nomor Induk Kependudukan (NIK) sangat krusial bagi masa depan para warga binaan. Dengan memiliki identitas resmi, mereka diharapkan lebih mudah dalam mengakses berbagai layanan publik, program bantuan pemerintah, hingga proses integrasi sosial saat kembali ke masyarakat nanti.
Sinergi Pelayanan Jemput Bola
Di sisi lain, pihak Disdukcapil Kabupaten Jembrana mengapresiasi langkah proaktif Rutan Negara dalam memvalidasi data kependudukan warganya. Program ini dipandang sebagai bentuk pelayanan publik yang inklusif, memastikan tidak ada warga negara yang tercecer dalam administrasi kependudukan.
“Ini merupakan bentuk pelayanan jemput bola agar seluruh warga, termasuk warga binaan, tetap mendapatkan hak administrasi kependudukan,” ungkap perwakilan Disdukcapil Jembrana.
Pihak Rutan dan Disdukcapil berharap sinergi serupa dapat terus berlanjut guna memastikan seluruh warga binaan di Rutan Negara memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan valid sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan.







