Menu

Dark Mode
Bupati Jembrana Apresiasi Bakat Seniman Cilik di Lomba Gong Kebyar 2026 Pastikan Personel Bersih dari Judi Online dan Pinjaman Online, Propam Polres Jembrana Adakan Sidak Polres Jembrana Sita Ribuan Rogal di Gilimanuk, Pemilik Diamankan GBH Guncang Kelurahan Loloan Barat dengan Semangat Kemerdekaan Bernilai 1,2 Triliun Lebih, Megaproyek Pembangunan Pelabuhan Pengambengan di Jembrana Akan Dimulai Kurang 3 Jam, Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan di Bali

Berita

Pengiriman Sapi Bali Mengalami Penurunan, Karantina Perketat Jalur Tikus

badge-check


					Plang kantor Karantina di Gilimanuk. Sumber :sis/jpost Perbesar

Plang kantor Karantina di Gilimanuk. Sumber :sis/jpost

Jembrana (JPost) – Menjelang Hari Raya Idul Adha, lalu lintas pengiriman hewan ternak, khususnya sapi, melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, mulai mengalami penurunan. Meski volume pengiriman harian masih tergolong tinggi, puncak arus pengiriman sapi tercatat sudah terjadi pada pekan lalu.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan (Satpel) Karantina Gilimanuk, I Putu Agus Kusuma, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah sapi yang keluar dari Pulau Bali berkisar di angka 500 ekor. Angka ini disebut menurun jika dibandingkan periode puncak sebelumnya.

“Jelang Idul Adha sudah pasti ada peningkatan (dibanding hari biasa), di atas 500 ekor sapi. Tapi ini sudah menurun karena faktor kuota, dan puncaknya sudah terjadi minggu lalu,” ujar Agus Kusuma saat dikonfirmasi, Selasa (5/5).

Sebagai perbandingan, pada hari-hari biasa di luar momentum hari besar keagamaan, jumlah sapi yang melintas melalui pintu keluar Bali ini biasanya hanya berada di kisaran 200 ekor per hari.

Perketat Pengawasan Jalur Tikus

Guna mengantisipasi adanya pengiriman hewan ternak ilegal atau tanpa dokumen resmi, pihak Karantina Gilimanuk memperketat pengawasan di area pelabuhan. Tak hanya pemeriksaan di pos resmi, petugas juga gencar melakukan patroli di titik-titik rawan.

“Pengawasan kami lakukan melalui patroli. Selain pemeriksaan rutin, kita lakukan patroli dibantu rekan-rekan (instansi terkait) agar tidak ada yang lolos tanpa berkas atau ilegal,” tegasnya.

Terkait kondisi kesehatan hewan, Agus memastikan bahwa sejauh ini seluruh sapi yang melintas dalam kondisi sehat. Berdasarkan hasil pantauan di instalasi karantina, belum ditemukan adanya tanda-tanda penyakit menular pada ternak, termasuk virus Lumpy Skin Disease (LSD).

“Saya di instalasi karantina belum menemukan adanya penyakit sapi yang melintas di Pelabuhan Gilimanuk. Mudah-mudahan penyakit LSD ini sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

Pihak karantina terus mengimbau para peternak dan pengusaha jasa pengiriman agar tetap melengkapi dokumen persyaratan karantina demi menjaga keamanan dan kesehatan populasi ternak, baik di Bali maupun di daerah tujuan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lagi

Bupati Jembrana Apresiasi Bakat Seniman Cilik di Lomba Gong Kebyar 2026

20 August 2026 - 08:09 WITA

Pastikan Personel Bersih dari Judi Online dan Pinjaman Online, Propam Polres Jembrana Adakan Sidak

20 August 2026 - 04:30 WITA

Polres Jembrana Sita Ribuan Rogal di Gilimanuk, Pemilik Diamankan

19 August 2026 - 11:32 WITA

GBH Guncang Kelurahan Loloan Barat dengan Semangat Kemerdekaan

16 August 2026 - 13:48 WITA

Bernilai 1,2 Triliun Lebih, Megaproyek Pembangunan Pelabuhan Pengambengan di Jembrana Akan Dimulai

12 August 2026 - 05:23 WITA

BERITA DI MINATI berita