Jembrana (JPost)– Proyek pembangunan Pasar Umum Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, yang telah rampung lebih dari tiga tahun lalu, ternyata masih menyisakan persoalan. Salah satu vendor lokal asal Desa Pengambengan mengaku hingga kini belum menerima pelunasan pembayaran dari kontraktor pelaksana proyek, PT Adhi Persada Gedung (APG).
Perwakilan vendor, Amanullah, mengatakan dirinya bahkan telah mendatangi kantor pusat APG di Jakarta untuk menuntut penyelesaian pembayaran. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak disebut telah menyepakati skema pelunasan utang secara bertahap. Berdasarkan dokumen yang diterima JPost, APG berkomitmen membayar sisa kewajiban dengan cicilan sebesar Rp100 juta setiap bulan.
“Dari total tagihan lebih dari Rp1,3 miliar, saat ini masih tersisa sekitar Rp605 juta. Setelah saya datang ke Jakarta, APG sempat membayar Rp250 juta dan berjanji akan melanjutkan cicilan pada bulan berikutnya. Namun belakangan ini pembayaran kembali macet,” ujar Amanullah kepada JPost.
Ia menambahkan, setelah pertemuan di Jakarta dirinya telah beberapa kali menghubungi pihak APG melalui sambungan telepon untuk menagih sisa pembayaran. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai pelunasan tersebut.
JPost telah berupaya mengonfirmasi persoalan ini kepada Project Manager APG pembangunan Pasar Umum Negara, Agung Priyadi, serta Manager Biro Keuangan APG, Heru Cundoko. Namun, hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan tanggapan.
Hingga saat ini, pihak vendor berharap PT Adhi Persada Gedung dapat segera memenuhi komitmen dan melunasi sisa pembayaran sesuai kesepakatan yang telah dibuat. (Yus)







