Jembrana|(JPost) – Mamalia laut itu pertama kali terlihat berenang sekitar 100 meter dari garis pantai. Namun, ketika air laut surut, ia tak mampu kembali ke perairan dalam dan akhirnya kandas di bibir pantai sekitar pukul 14.00 WITA.
Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, begitu laporan warga masuk, personelnya langsung bergerak bersama Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Jembrana, Polsek Melaya, serta unsur TNI AL Gilimanuk.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel kami bersama Satpolairud langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan memastikan situasi tetap aman serta kondusif,” ujar Sukadana.
Kemunculan paus berukuran besar itu seketika menyedot perhatian warga. Ratusan orang berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan langsung. Petugas terpaksa memasang garis pengamanan dan meminta warga menjaga jarak demi menghindari potensi bahaya.
Kepala Satpolairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, mengungkapkan bahwa identifikasi awal telah dilakukan bersama dokter hewan dari jaringan satwa Indonesia.
“Hasil identifikasi awal bersama dokter hewan dari jaringan satwa Indonesia menunjukkan bahwa satwa tersebut merupakan paus sperma berjenis kelamin betina dengan panjang sekitar 15 meter. Untuk penyebab kematian masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Suparta.
Paus sperma (Physeter macrocephalus) termasuk satwa yang dilindungi undang-undang di Indonesia. Penanganan bangkai satwa tersebut kini masih dikoordinasikan antara Polres Jembrana dan instansi terkait, sembari aparat memastikan keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi tetap terjaga.(Yus)







