Menu

Dark Mode
Paus Sperma Betina Sepanjang 15 Meter Terdampar di Pantai Melaya, Jembrana Pengiriman Sapi Bali Mengalami Penurunan, Karantina Perketat Jalur Tikus Jembrana Jadi Tuan Rumah Kejurda Panahan Tradisional Bali, Diikuti Atlet Peringkat Dunia Bupati Jembrana Pastikan Bebas Titipan,10 Pelajar Terbaik Seleksi Paskibraka Nasional Polres Jembrana Kedepankan Transparansi, Dua Penyalahguna Sabu di Gilimanuk Jalani Rehabilitasi Penyu Lekang Berukuran Besar Ditemukan Mati di Pantai Yehembang

Berita

Pengiriman Sapi Bali Mengalami Penurunan, Karantina Perketat Jalur Tikus

badge-check


					Plang kantor Karantina di Gilimanuk. Sumber :sis/jpost Perbesar

Plang kantor Karantina di Gilimanuk. Sumber :sis/jpost

Jembrana (JPost) – Menjelang Hari Raya Idul Adha, lalu lintas pengiriman hewan ternak, khususnya sapi, melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, mulai mengalami penurunan. Meski volume pengiriman harian masih tergolong tinggi, puncak arus pengiriman sapi tercatat sudah terjadi pada pekan lalu.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan (Satpel) Karantina Gilimanuk, I Putu Agus Kusuma, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah sapi yang keluar dari Pulau Bali berkisar di angka 500 ekor. Angka ini disebut menurun jika dibandingkan periode puncak sebelumnya.

“Jelang Idul Adha sudah pasti ada peningkatan (dibanding hari biasa), di atas 500 ekor sapi. Tapi ini sudah menurun karena faktor kuota, dan puncaknya sudah terjadi minggu lalu,” ujar Agus Kusuma saat dikonfirmasi, Selasa (5/5).

Sebagai perbandingan, pada hari-hari biasa di luar momentum hari besar keagamaan, jumlah sapi yang melintas melalui pintu keluar Bali ini biasanya hanya berada di kisaran 200 ekor per hari.

Perketat Pengawasan Jalur Tikus

Guna mengantisipasi adanya pengiriman hewan ternak ilegal atau tanpa dokumen resmi, pihak Karantina Gilimanuk memperketat pengawasan di area pelabuhan. Tak hanya pemeriksaan di pos resmi, petugas juga gencar melakukan patroli di titik-titik rawan.

“Pengawasan kami lakukan melalui patroli. Selain pemeriksaan rutin, kita lakukan patroli dibantu rekan-rekan (instansi terkait) agar tidak ada yang lolos tanpa berkas atau ilegal,” tegasnya.

Terkait kondisi kesehatan hewan, Agus memastikan bahwa sejauh ini seluruh sapi yang melintas dalam kondisi sehat. Berdasarkan hasil pantauan di instalasi karantina, belum ditemukan adanya tanda-tanda penyakit menular pada ternak, termasuk virus Lumpy Skin Disease (LSD).

“Saya di instalasi karantina belum menemukan adanya penyakit sapi yang melintas di Pelabuhan Gilimanuk. Mudah-mudahan penyakit LSD ini sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

Pihak karantina terus mengimbau para peternak dan pengusaha jasa pengiriman agar tetap melengkapi dokumen persyaratan karantina demi menjaga keamanan dan kesehatan populasi ternak, baik di Bali maupun di daerah tujuan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Paus Sperma Betina Sepanjang 15 Meter Terdampar di Pantai Melaya, Jembrana

5 May 2026 - 14:50 WIB

Jembrana Jadi Tuan Rumah Kejurda Panahan Tradisional Bali, Diikuti Atlet Peringkat Dunia

4 May 2026 - 12:23 WIB

Bupati Jembrana Pastikan Bebas Titipan,10 Pelajar Terbaik Seleksi Paskibraka Nasional

4 May 2026 - 08:48 WIB

Polres Jembrana Kedepankan Transparansi, Dua Penyalahguna Sabu di Gilimanuk Jalani Rehabilitasi

4 May 2026 - 04:01 WIB

Penyu Lekang Berukuran Besar Ditemukan Mati di Pantai Yehembang

29 April 2026 - 03:40 WIB

Trending on Berita